Kain Tapis Lampung, Warisan Budaya yang Kini Jadi Komoditas Ekonomi Bernilai Tinggi

Kain Tapis Lampung, Warisan Budaya yang Kini Jadi Komoditas Ekonomi Bernilai Tinggi

LAMPUNG, LELEMUKU.COM - Kain Tapis Lampung yang dulunya dibuat hanya untuk mengisi waktu senggang dan memenuhi tuntutan adat istiadat kini telah bertransformasi menjadi komoditas ekonomi bernilai tinggi. Kerajinan tradisional yang dikerjakan oleh wanita Lampung ini tidak hanya dikenal di wilayah Indonesia tetapi juga telah merambah pasar internasional.

Kain Tapis adalah pakaian wanita suku Lampung yang berbentuk kain sarung terbuat dari tenun benang kapas dengan motif atau hiasan bahan sugi, benang perak atau benang emas dengan sistem sulam yang dalam bahasa Lampung disebut Cucuk. Kerajinan ini biasanya digunakan pada bagian pinggang ke bawah berbentuk sarung dengan motif alam, flora dan fauna yang disulam dengan benang emas dan benang perak.

Kain Tapis termasuk kerajinan tradisional karena peralatan yang digunakan dalam membuat kain dasar dan motif-motif hiasnya masih sederhana dan dikerjakan oleh pengrajin. Kerajinan ini dibuat oleh wanita, baik ibu rumah tangga maupun gadis-gadis yang disebut muli-muli yang pada mulanya bertujuan untuk mengisi waktu senggang dengan tujuan memenuhi tuntutan adat istiadat yang dianggap sakral.

Setiap suku bangsa di Indonesia telah meninggalkan tanda yang menjadi ciri khas wilayah masing-masing. Kain Tapis yang memiliki nilai estetis dari religi yang tinggi kini sudah dikenal di wilayah-wilayah lain bahkan sampai ke luar negeri. Kain ini merupakan salah satu benda budaya karya masyarakat Lampung dari masa lampau yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik fisik maupun spiritual.

Kain Tapis tidak hanya berfungsi sebagai pelindung tubuh dari gangguan alam sekitar, tetapi juga berfungsi sebagai perhiasan, lambang kesucian, perlengkapan upacara sakral, bahkan merupakan lambang status sosial seseorang dalam masyarakat adat Lampung. Nilai-nilai ini menjadikan Tapis Lampung memiliki tempat istimewa dalam kehidupan masyarakat setempat.

Kini Tapis Lampung diproduksi oleh pengrajin dengan ragam hias yang bermacam-macam sebagai barang komoditas yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Transformasi ini membuka peluang ekonomi bagi para pengrajin, khususnya wanita Lampung yang dapat menghasilkan pendapatan dari keterampilan menenun yang diwariskan turun-temurun.

Perkembangan Tapis Lampung sebagai komoditas ekonomi juga sejalan dengan upaya pelestarian budaya. Semakin banyak permintaan akan Tapis Lampung, semakin terjaga pula kelangsungan kerajinan tradisional ini. Para pengrajin terus berinovasi dengan menciptakan ragam motif baru tanpa meninggalkan esensi dan nilai-nilai tradisional yang melekat pada Tapis Lampung.

Keberadaan Tapis Lampung di pasar internasional juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lampung. Warisan budaya yang dulunya hanya digunakan dalam upacara adat kini telah menjadi duta budaya yang memperkenalkan kekayaan tradisi Lampung ke seluruh dunia, sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi para pengrajinnya. (evu)

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Lelemuku.com di Grup Telegram Lelemuku.com. Klik link https://t.me/lelemukucom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.


Lelemuku.com - Cerdaskan Anak Negeri


Artikel Terkini Lainnya

    © 2016- Lelemuku.com is owned by PT. Batlax.com.
    Affiliated with Voice of America, VOA Indonesia, Tempo, BenarNews, Teras.id, Reuters, DW and RT

    DMCA.com Protection Status Creative Commons License

    pembaca saat ini: 0